Minggu, 24 Februari 2013

sEPUTAR dRAFT kurikulum 2013

 Kurikulum 2013 merupakan pengembangan kurikulum 2006. Dimana kurikulum 2006 mangalami banyak permasalahan yang mengundang kepada gagalnya peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Diantara permasalahan-permasalahn kurikulum 2006 adalah:

 Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya matapelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak.

Kurikulum belum sepenuhnya berbasis kompetensi sesuai dengan tuntutan fungsi dan tujuan pendidikan nasional.

Kompetensi belum menggambarkan secara holistik domain sikap, keterampilan, dan pengetahuan.

Beberapa kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan kebutuhan (misalnya pendidikan karakter, metodologi pembelajaran aktif, keseimbangan soft skills dan hard skills, kewirausahaan) belum terakomodasi di dalam kurikulum. 

Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global.

Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelajaran yang berpusat pada guru.

Standar penilaian belum mengarahkan pada penilaian berbasis kompetensi (proses dan hasil) dan belum secara tegas menuntut adanya remediasi secara berkala.

Dengan KTSP memerlukan dokumen kurikulum yang lebih rinci agar tidak menimbulkan multi tafsir.

Dengan mengacu kepada permasalahan-permasalahan tersebut, kemendikbud mengadakan pengembangan kurikulum yang lebih mengacu kepada pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Untuk lebih lanjutnya silahkan download Uji Publik Pengembangan Kurikulum 2013 di sini
http://ma.alkhoirot.com/

SEKITAR Draft KURIKULUM 2013

Kurikulum 2013 merupakan pengembangan kurikulum 2006. Dimana kurikulum 2006 mangalami banyak permasalahan yang mengundang kepada gagalnya peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Diantara permasalahan-permasalahn kurikulum 2006 adalah:

 Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya matapelajaran dan banyak materi yang keluasan dan tingkat kesukarannya melampaui tingkat perkembangan usia anak.

Masalah Pendidikan di Indonesia

 

Diperkirakan tahun 2020-2030 bangsa ini diprediksi memulai mencapai zaman  keemasan,    penduduk yang besar , usia muda dan produktif ditambah sumber alam yang begitu besar yang memungkinkan membawa keuntungan yang besar bagi bangsa ini.
PR bagi kita semua jika potensi sumber daya manusia yang trampil, berkemampuan dan berkepribadian, sehat jasmani rohani untuk mengelola suber daya alam tersebut. Orang Arab pernah mengatakan bahwa Indonesia adalah surga dunia. Kusplus dengan lagunya berjudul Kolam Susu mengatakan dalam syairnya bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu, tiada badai tiadaa topan kutemui, ikan dan udang menghampiri diriku ……

Senin, 14 November 2011

Kerongkongan (esofagus)

Esofagus (dari bahasa Yunani: οiσω, oeso – “membawa”, dan έφαγον, phagus – “memakan”) atau kerongkongan adalah tabung (tube) berotot pada vertebrata yang dilalui sewaktu makanan mengalir dari bagian mulut ke dalam lambung. Makanan berjalan melalui esofagus dengan menggunakan proses peristaltik.
Esofagus bertemu dengan faring – yang menghubungkan esofagus dengan rongga mulut – pada ruas ke-6 tulang belakang. Menurut histologi, esofagus dibagi menjadi tiga bagian: bagian superior (sebagian besar adalah otot rangka), bagian tengah (campuran otot rangka dan otot halus), serta bagian inferior (terutama terdiri dari otot halus).


tekad sekolahku


Belajar Bhs.Inggris OL

Liris

ArsipBlogq